Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, PC LP Ma’arif NU Ponorogo 1 Oktober 2025 Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Ponorogo menyelenggarakan Pelatihan Batch 2 Big Data dan Data Science bagi para guru Ma’arif se-Kabupaten Ponorogo. Kegiatan yang merupakan pelatihan perdana dalam bidang ini digelar di Gedung Graha PCNU Ponorogo pada Rabu (1/10), bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU Ponorogo.
Acara diawali dengan pembacaan doa tahlil yang dipimpin oleh Gus Muhib, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo, Dr. Basuki, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri 2025 di Ponorogo diisi dengan tiga kegiatan utama, yaitu Pelatihan Artificial Intelligence (AI), Pelatihan Big Data dan Data Science, serta Pelatihan Ma’arif Mart. Kegiatan Pelatihan Big Data dan Data Science ini merupakan bagian kedua dari rangkaian agenda tersebut.
Pesan dari Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof. Masdar Hilmi, Ph.D., menekankan bahwa guru-guru yang mengikuti “Pelatihan Big Data dan Data Science” di kantor PWNU Jatim memiliki tanggung jawab untuk membagikan materi dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan-rekan guru di cabang masing-masing.
Pelatihan ini juga menghadirkan Dosen UIN Ponorogo, Bapak Sofyan Hadi, M.Si, yang mendampingi jalannya pembelajaran Big Data dan Data Science. Dengan pelatihan tersebut, diharapkan guru-guru Ma’arif di Ponorogo tidak sekadar menjadi pengajar, tetapi berkembang menjadi pendidik berbasis data (data-driven educator) yang mampu menyelenggarakan pembelajaran berkualitas, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan ini berakhir pada pukul 15.00 WIB dan ditutup oleh Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi para pendidik terhadap perkembangan teknologi, termasuk penguasaan Big Data dan Data Science. “Data kini menjadi aset penting dalam dunia pendidikan. Dengan pengelolaan data yang tepat, kita bisa merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta tenaga pendidik yang melek digital, inovatif, dan mampu memanfaatkan data untuk mendorong kemajuan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di Ponorogo.
